Komunikasi Antar Pribadi

PENGERTIAN KAP
Josef A. Devito
Proses penyampaian dan penerimaan pesan diantara dua orang atau kelompok kecil, dengan efek dan feed back langsung.

J. Dan Rothwell
“Interaksi antara individu yang dilakukan secara langsung, sadar dan tatap muka dalam situasi yang dialogis”
Terjadi sharing pengalaman, ide, pesam dsb.

Richard H. Blake
Komunikasi langsung antara dua orang atau lebih dalam jarak fisik yang mana kelima indera dapat digunakan dan feed back langsung ada didalamnya.

Robert G. King
Komunikasi orang ke orang (antarpersona) dimana dua orang termasuk dalam proses.

Carl I. Hovland
Situasi interaksi antara individu (komunikator) mengirim rangsangan (biasanya dalam simbol verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikati) dalam situasi tatap muka.

KARAKTERISTIK K A P
a. dalam K A P terjadi Komunikasi Intrapersona (KIP).
b. merupakan proses interaksi (komunikasi) antara dua orang atau lebih.
c. dilakukan secara sadar, langsung dan situasi dialogis (sharing) ada pergantian fungsi. (tatap muka)
d. dalam jarak fisik kelima indera dapat digunakan.
e. terjadi efek dan feed back langsung, meskipun menggunakan media umum (telepon telex dsb.)

TUJUAN
a. Belajar seluruh pengetahuan dari orang lain dan keahlian.
b. Mengeratkan dan memelihara hubungan interpersonal.
c. Mempengaruhi, mengontrol, memanipulasi
d. Kesenangan diri, melepas kepenatan pekerjaan.
e. Menolong, melayani dan konsultasi dengam orang lain.
f. Mengenal diri sendiri.

MOTIVASI
a. Kebutuhan untuk mengetahui dan mempelajari pengetahuan.
b. Kebutuhan membangun hubungan, erat dengan orang lain, untuk berinteraksi.
c. Kebutuhan akan mempengaruhi, memimpin, mencari dukungan, menjaga persetujuan.
d. Kebutuhan akan hiburan, kesenangan, kepuasan.
e. Kebutuhan akan menolong, melayani, menjadi teman, merasa dibutuhkan, memperoleh kebahagiaan.

Akibat:
a. Meningkatkan pengetahuan tentang diri, oramg lain, mendapatkan keahlian.
b. Terbentuknya hubungan dan pemeliharaan, persahabatan.
c. Mendapat pengaruh, kekuasaan, kontrol, dukungan, persetujuan.
d. Mendapat kesenangan, hiburan, kepuasan.
e. Pemandu, petunjuk, dalam memutuskan sikap dan perilaku.

Dalam proses KAP terdapat beberapa komponen :
Komunikator Komunikan
– source – receiver
– encoding – decoding
– copetence – competence
– feild of exp – field of exp.

Sesuai dengan karakteristik K A P maka terjadi saling pergantian fungsi dengan melewati komponen :
– channel
– message
– noise
– contect
– effect
– ethics

Copetence :
kemampuan dalam bahasa, komunikasi, mengungkapkan dengan bahasa, merangkai kalimat, kata, dengan bahasa nasional, daerah. Kemampuan dalam komunikasi, mengungkapkan ide-ide, aturan interaksi dengan sosial, sikon.

Contect : meliputi konteks fisik, sosial, psycological, temporal.

Bentuk Komunikasi Antarpersona
1. Diadik Komunikasi
yaitu : komunikasi yang terjadi antara dua orang, di dalamnya terdapat pertukaran fungsi, ide-ide dan mempunyai tujuan. a – b

2. Triadik Komunikasi
yaitu : komunikasi yang terjadi diantara tiga orang, di dalamnya terdapat komunikasi diadik, terjadi pertukaran fungsi, mempunyai tujuan tertentu.
a b c ——– a – c, a – b, b – c

3. Penggabungan diadik
yaitu komunikasi yang terjadi di antara dua kelompok, misal : ayah, boy, – ibu, girl.

4. Small group
yaitu interaksi tatap muka dari tiga individu atau lebih dengan tujuan yang sudah diketahui sebelumnya seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri, solve problem, yang anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota kelompok lain dengan tepat.

5. Interview, yang tujuanya untuk mencari data.

K A P dapat terjadi di dalam anggota keluarga, kelompok diskusi, pacaran, ngobrol, wawancara, dsb.

Perbedaan antara K A P dengan small group
K A P dapat terjadi secara spontan, anggota tidak tersusun, anggota tidak bertanggung jawab pada kelompok.
Small group, tidak spontan, sudah tertentu anggotanya, adanyaketerlibatan terhadap kelompok.

Perbedaannya
Keduanya menggunakan komunikasi tatap muka, melibatkan tiga individu atau lebih (masuk syarat K A P).
Bila suatu kelompok mewakilkan seseorang untuk bicara didepan umum, atau kelompok lain mewakilkan seseorang yang lain, kemudian terjadi komunikasi antar wakil tadi jenis komunikasi yang terjadi komunikasi antar kelompok bukan komuniaksi antarpersona, tapi bila pesan (isi) yang disampaikan oleh para wakil tadi sudah menyangkut masalah pribadi dari wakil tadi, bukan membicarakan atas kepentingan kelompok maka komunikasi itu termasuk K A P.

Efektivitas dan hambatan K A P
Berbicara tentang ini ada dua persepsi :
1. Pandangan humanistik
2. Pandangan pragmatik/behaviour.

Perspektif Humanistik
Menekankan pada keterbukaan(openess), empati (empaty) suportif (supportive), saling mengerti (equality), kejujuran (Possitiveness).
Orang-orang yang membentuknya : Maslow, Gordon Allfart, Carl Rogers.

Keterbukaan
Dalam kualitas ada tiga aspek :
1. terbuka pada siapa saja dalam berinteraksi , membuka diri, membuka informasi tentang diri.
2. ada keinginan seseorang komunikator bereaksi secara jujur pada stimuli yang datang dari komunikatie
3. mempunyai perasaan yang dinyatakan dalam milik “kita” dan mempertanggungjawabkannya

Empaty
Adalah kemampuan meresapkan diri untuk mengerti apa yang dirasakan orang lain, emosi dan intelektual. Empati akan kecil artinya bila kita tidak mampu mengkomunikasikan dengan orang lain. Fokus dari empati ada tiga hal :
1. menghindari penilaian tingkah laku orang lain,
2. belajar sebanyak-banyaknya tentang keinginan orang lain dengan pengalaman, kemampuan, dan perasaan, maka akan terlihat atau diketahui motivasinya.
3. mencoba merasakan dengan cara pandang orang lain.

Suportif atau dukungan
Menjelaskan apa adanya secara deskriptif tentang sesuatu hal kepada orang lain guna mendukung membesarkan hati orang, bukan evaluatif atau penilaian.
Misal : saya tak tahan melihat kamu, dengan rambut yang hitam, mata hitam kecoklatan, kulit putih halus mulus.
Orang akan cenderung marah atau tidak suka bila pembicaraan kita diawali dengan koreksi.

Possitiveness
Komunikasi yang mengarahkan pada hubungan yang positif. Ada dua cara dalam membentuk komunikasi positif :
1. menyatakan tingkah laku positif
2. menggunakan gaya dengan dia dalam berinteraksi
Tingkah laku positif merujuk pada dua aspek :
1. Orang yang menilai negatif akan mengkomunikasikan perasaannya pada orang lain secara negatif pula.
2. Perasaan positif pada situasi komunikasi adalah penting untuk berinteraksi secara efektif.

Kesamaan (equality)
Adanya kesamaan fungsi antara komunikator dengan komunikati dan pengertian bersama. Ada beberapa cara agar komunikasi equal :
1. Menghindari pernyataan yang tidak sama, misalnya dengan kata…sebaiknya…, seharusnya…intinya jangan memaksa orang lain.
2. Menghindari penilaian
3. Menerima dan mengakui pendapat orang lain
4. Menghindari koreksi, jadi meng-iyakan tapi bila ingin mengoreksi hendaknya dengan bahasa yang halus dan sopan.

Humanistic Model of Effectiveness

Characteristic
Openess Definition
reaksi pengaturan penyingkapan diri pada orang lain melalui pikiran dan perasaan
Empaty perasaan seperti orang lain rasakan
Supportiveness menjelaskan dan menyanjung atau mendukung
Possitiveness ekspresi diri dalam menilai perilaku positif terhadap diri, orang lain dan situasi.
Equality pengakuan, antar bagian ( komunikator – komunikati) dalam membagi fungsi komunikasi, ada pergantian fungsi (simultan)

Perspektif Pragmatik/Behaviour/Competence Model
Perspektif ini menekankan pada manajemen interaksi (interactive management), menunjukkan pada kualitas yang seimbang guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Confidence
Kepercayaan pada apa yang dibicarakan, karena mempunyai keterampilan, kemampuan dan kepercayaan sosial. Diyakini oleh komunikati, sehingga ia dapat terbuka terhadap komunikator. Berikut cara mengsugesti orang lain :
1. Ambil inisiatif pengenalan dan memulai topik pembicaraan.
2. Ajukan pertanyaan pembuka dan penutup yang melibatkan orang lain berinteraksi lebih lanjut.
3. Pernyataan bahwa anda menaruh perhatian padanya.

Immediacy
Kesediaan untuk berkomunikasi (mau mendengar dan berbicara) dengan bahasa verbal maupun non verbal. dengan :
 menyebutkan nama
 menggunakan istilah yang menyangkut keduanya “kami”
 feed back yang relevan menunjukan hubungan
 pemusatan perhatian pada pembicara
 menguatkan, menghargai, melengkapi pembicaraan lawan bicara
 evaluasi melalui keterangan diri
 menunjukan pada proksemik : jarak yang dekat/akrab
 kinesik : perilaku lemah lembut/sopan
 wajah dengan senyuman kecil
 artifaktual dengan penampilan yang mengesankan
 paralinguistik : tanpa bicara (dengan anggukan kepala), dialek dan interaksi.

Interactions Management : menunjukan kualitas yang seimbang, pergantian fungsi, sehingga tujuan tercapai.

Ekspresiveness : menggunakan lambang-lambang verbal dan non verbal dalam berinteraksi.

Other Orientation : memperhatikan pendapat orang lain, kita terima dengan sopan sehingga kita tahu motivasi orang tersebut yang menjadi lawan bicara.

Advertisements

2 comments on “Komunikasi Antar Pribadi

  1. menurut sya secara tdak di sadari jenis komunikasi antar pribadi bisa hampir stiap hari kita lakukan dgn org skeliling kita.karna maksud dan tjuan kmunikasi ini adlah scara tdk lgsg memplajari sifat dan kbiasaan seseorang dgn cara terfokus pada satu objek saja agar mksd dan tjuanya dpt d trima dgn baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s